290710

Beberapa malam kemaren, entah sial atau beruntung saya bisa bertemu seseorang, lengkapnya cinta monyet sayah jaman dahulu kala. Jaman saya masih jadi monyet berseragam putih abu-abu.
Ternyata abang satu ini, udah sejak lama mencari tahu nomer hape saya melalui sodara-sodara tercinta saya. *sigh*
Berikut cuplikan percakapan kami, khususnya bagian yang menarik.

Mr. X : “kamu udah punya pacar?”
Saya : *angguk2 kepala*
Mr. X : “oh gitu toh… kalo gitu kapan putus?”
Saya : *gedubraks* “lah saya ajah masih pengen senang-senang jeh sama dia,belum terpikir tuh yang kayak gituh”
Mr.X : “kalo dah putus, bilang-bilang yah”
Saya : heeeeehhhhh…. “emangnya kenapa bang?”
Mr. X : “biar saya bisa deketin kamu lagi”
Saya : *keringat dingin* “ah… bisa aja kamu bang” *pasang senyum manis nan licik”
Mr. X : “btw, kamu dah rencana mau merid sama dia?”
Saya : *senyum manis nan licik lenyap seketika* :meriiiiiid? oh my fukin goat! yang kayak itu gak ada dalam rencana masa depan saya bang”
Mr. X : “lho kenapa bisa gituh?”
Saya : “well, saya lebih memilih sendirian deh bang. emangnya harus merid ya bang? waduh…. tunggu saya khilaf dulu deh”
Mr. X : “ya udah, kalo udah khilaf kasih tahu saya yah…”
Saya : “maksud loe?”
Mr. X : “biar saya bisa lamar kamu”
Saya : *cape deh*

Kok mulai ada yang udah ngerasa dikejar-kejar umur buat nikah yahhhh…. Dan kenapa harus milih sayaaaaahhhhhhhhhhhh *garuk-garuk tembok*

Iklan

230710

Tak terasa sudah setahun lebih sejak kau meninggalkan diri ku. Banyak hal yang terjadi setelah itu sayang. Tak pernah kau tahu bahwa di sini diri ku harus menghadapi setiap pertanyaan yang muncul. Kenapa kau pergi? Mengapa kau enggan tuk datang kembali? Apakah sudah tidak ada jalan lain lagi untuk aku dan kamu? dan seribu macam pertanyaan lainnya yang ditanyakan orang kepada diri ku.
Pertanyaan-pertanyaan itu pun akhirnya bungkam dengan berlalunya waktu.
Orang-orang pun sudah enggan untuk bertanya lagi pada ku setelah melihat kalau di sini aku sudah berhasil mencapai sesuatu yang diharapkan oleh keluarga ku.
Lantas, mereka pun mulai membicarakan diri mu. Tentang kamu yang begitu pengecutnya. Tentang diri mu yang sudah menyakiti hati ku dan keluarga ku. Dan lain sebagainya.
Tapi hari ini, tiba-tiba aku tersadar bahwa, dibalik semua kekecewaan yang harus ku alami karena mu, ada juga kebaikan-kebaikan yang telah ku dapat dari mu selama lima tahun kita bersama. Betapa kau saat itu selalu berusaha menyenangkan hati ku. Sering kau buat aku marah, tapi secepat kilat kau pun berhasil memadamkan api amarah di hati ku.
Tak ada yang bisa memahami jalan pikiran ku selain diri mu. Dan hal-hal kecil manis lainnya yang pernah kau buat untukku. Masih ingat Valentine pertama kita? ๐Ÿ˜‰ hahahaha…
Aku menulis ini bukan untuk mengharapkan mu kembali lagi dalam pelukan ku. Tentu saja tidak. Yang lalu biarlah berlalu.
Cinta yang tak bisa disatukan lagi karena perbedaan yang begitu besar itu tak perlu kita tangisi lagi. Waktu akan menyembuhkannya.
Aku hanya ingin bilang, kalau diri ku sudah berhasil mengatasi masa lalu itu dan mulai berjalan maju meraih apa yang pernah aku cita-citakan sejak dulu. Ku harap kamu pun demikian… Jangan sia-siakan hidup mu dengan hal-hal yang tidak berguna.
Mari bersulang untuk masa lalu kita yang manis. Kenangan yang pahit biar itu terkubur dalam-dalam.
Mari berteman dengan baik… ๐Ÿ˜€

*ditulis dengan penuh cinta untuk pria masa lalu*

Kangen masa lalu

Long weekend kali ini, membuat saya jadi ingin mengulang masa-masa jahiliyah jaman kuliah kemaren. Begadang di warnet!
Hahahaha… Walaupun sebenarnya di rumah juga sudah bisa onlen sepuasnya. Tapi ternyata saya ingin membuang waktu saya dengan bersenang-senang sedikit di warnet. Mumpung baru terima bonus dari kantor, ples libur di hari Sabtu, apalagi yang bisa saya lakukan selain mencoba mengulangi salah satu kegiatan gila saya jaman kuliah.
Walaupun, tampaknya ada beberapa pasang mata yang sepertinya menatap heran karena ada sosok perempuan satu-satunya di bilik pojok warnet ini.
Yah… sungguh menyenangkan meskipun kalau dibandingkan dengan warnet di Jogja, saya begadang di warnet sini bisa tiga kali lipat puasnya kalau di Jogja.
Soal lancar tidaknya koneksinya, wew….. sangat jauh berbeda dengan di Jogja. Tapi sejauh ini, warnet langganan saya ini masih cukup baik dibanding warnet-warnet lain di Kota Sorong ini.