Tanah Papua, lagu dan penghayatannya

Minggu kemaren, ibu saya dan adiknya alias tante saya, datang ke Jogja ini untuk berlibur sekalian berniat jahat memaksa untuk menjadi penyemangat saya menyelesaikan skripsi. apa daya malah kok repotin yak 😀

Tapi malah lumayan, setidaknya ada yang masak di kost, huehuehue

Banyak cerita-cerita mengenai segala hal yang terjadi di Sorong kota asal saya.  Tentang kompleks saya yg selama 7 tahun sudah saya tinggalkan ternyata masih sama seperti dulu, kalau kemarau berdebu kalau hujan becek dan ga ada ojek. tragis

Hingga cerita-cerita lain, namun ada sesuatu hal yang baru saya ketahui. Hal itu adalah mulainya gerakan pemakaian lagu Tanah Papua, yang dinyanyikan oleh Trio Ambisi sebagai lagu persatuan Papua (teman2 asal Papua tolong koreksi juga kalo sa salah e…)

Dalam menyanyikannya pun, seperti misalnya dalam acara-acara penting, dinyanyikan dengan posisi berdiri sambil tangan memegang dada (halah)tangan diatas dada maksudnya (ini ga ngeres kan).

Ada beberapa foto yg dibawa ibu saya, sayang kali ini lupa saya bawa ke tempat mangkal saya ini.

.

Lirik lagu tersebut dibawah ini:

.

di sana pulauku yang ku puja slalu

Tanah Papua, pulau indah

.

hutan dan laut mu

yang membisu slalu

cenderawasih, burung emas

.

gunung-gunung, lembah-lembah

yang penuh misteri

yang ku puja slalu

keindahan alam mu yang mempesona

sungaimu yang deras

mengalirkan

sio ya Tuhan, trima kasih…

.

Untuk melengkapi, coba masang lagunya disini…(tapi gak bisa -ralat) jadi kesana aja kalau mau dengar yah eh maksudnya klik dibawah ini… 😀

Tanah Papua by Trio Ambisi

.

Siooooooo… tidak bisa.

air mata jatuh dengar lagu ini.

Papua, tunggu sa pulang!!!

*postingan khusus memperingati bahwa ini posting ke 101 ternyata*

Cara membentuk fans Milan masa depan :D

catetan: ini dapet dari milis, yang entah ditulis oleh siapa, tapi mantap juga nih… 😀

Step 1 : make sure your wife can tolerate your Milan habit (ignoring her when the game is on tv, spending money on merchandise, sudden mood swing depending on Milan’s performance)
.

😀 sama-sama penggemar Milan jadi step ini okeh

.

Step 2 : baby inside the womb can hear voices starting around 3 months into the pregnancy. So after your wife is pregnant, make sure she’s sitting close by you whenever you watch Milan games on TV, so that the baby inside can hear the commentary or at least your praises for the team (I guess that explains why my baby has a big temper, when he was inside the womb Milan wasn’t performing too good so the comments he heard from me were mostly curses). And before bed, stroke your wife’s belly and sing very slowly : Milaaaaaan….milaaaannnn….

sono conte…MILAN… (or whatever the real words are)

.

jiakakakkk, step ini bakal dilakukan deh. Selain lagu klasik dan metal, calon baby wajib denger anthem-nya Milan.

Milan… Milan…. sono conte. Milan… Milan… sempre perte… (g_rock_n_roll)

.

Step 3 : during the labor, make sure you wear a Milan jersey (I wore the 90/91 season’s jersey). You see, inside the maternity ward, most of the colors are white (the doctor’s and nurses’ suit and the clean white painted walls). So although a newly born baby can only see blurry images, a very bright red color will atttract his vision.
.

kalo perlu kamar baby na merah item semua, haks haks haks. 😀

.

Step 4 : his eyes can’t still see properly until he’s 2-3 months old. So again, a very bright color will attract him. Dominate his vision with red colors as soon as possible. Decorate his room, wear Milan jersey as much as possible whenever nearing him but be very prepared for the occasional puke or burb that babies usually do that will ruin your precious shirt.

.

eh..beneran. ya emang rencananya akan begitu juga kok 😀 *lirik ke atas*

.

Step 5 : buy a lot of football toys. Being a Milan fan is not much of a use if my son doesn’t want to play soccer. So far it works for me.

.

yang ini saya serahkan ke daddynya aja. :mrgreen:

.

Step 6 : try sit him watching Milan games. This is quite hard to do for me since Milan games are aired around 9PM in Indonesia, by which time my son is asleep. And wishing him to sit quitely with me for 5 minutes is a huge task, let alone 90 minutes

.

kalo pas dia lagi melek okelah, biar bisa nunjukkin itu loh pemaen kesayangan mommy. huehueheu

.

Do above steps and hopefully your son/daughter will turn into a bonafide Milan fans. You can of course improvise. But there’s an unwritten first step that you need to accomplish yourself : get a girlfriend/boyfriend that’s willing to enter a marriage with you

wakakakakakkak, buat Milanisti nyang jomblo neeh ayo kita buat fans baru Milan lagi

.

*senyum tiga jari*

**angkat sloki buat yg bikin step-step ini**

.

-ngasah parang buat yang mencoba bakar2-

Kesabaran pengendara yang mulai hilang di Jogja

Orang sabar disayang Tuhan, katanya gitu loh.

Sayangnya seringkali saya menemukan manusia-manusia yang susah untuk bersabar walaupun cuman untuk 5 menit saja.

Salah satu contoh perilaku yang seringkali kurang mengindahkan orang lain gara-gara kesabaran yang dimiliki hilang entah kemana, bisa mudah kita temui kalau berada di jalanan.

Beberapa hari lalu, di pagi hari saat saya akan berangkat ke pasar dari tempat nginap saya (baca: warnet) di seturan, pada saat menunggu lampu merah berubah menjadi hijau. Di sebelah kiri motor saya, ada seorang bapak yang sudah cukup tua dengan motornya, ikut menunggu lampu hijau. Bapak ini posisi motornya terlalu ke kiri, sehingga membuat ruang yang tidak cukup bagi kendaraan beroda empat yang mau belok kiri (belok kiri langsung kan).

Naaah, bener dugaan saya. Ada mobil taft gitu deh yang mau belok kiri di perempatan UPN itu. Bapak tua itu pun diklakson oleh mobil supaya memberi ruang bagi dia untuk belok. Sekali dua kali, cukuplah batin saya. Lagian ini bapak juga tiba-tiba kaget dan mau merangsek maju dan agak minggir ke kanan. Eh… pengemudi mobilnya malah meng-klakson lagi berulang kali. Esmosi sayah. Langsung aja sayah damprat dengan suara berat dan besar saya ini “SABAR DIKIT NAPA SEEEH” *ingin mengacungkan jari tengah tapi batal*. Bapaknya itu sudah bergerak mau memberi ruang, mengapa anak muda sontoloyo di mobil itu gak bisa sabar bentar aja. DIkit lagi juga bisa lewat kan. Gak perlu pake tin tun tin tun segala berulang. huhhhh

Masih jam setengah 6 pagi saat itu. Saya kebetulan emang mau ke pasar Concat nyari Semar Mendem (makasih pakdhe mbilung untuk petunjuknya) buat adek yang ospek (tapi ga dapet) 😦  Itu bapak tua juga sepertinya mau ke pasar juga.

.

Saya melihat kayaknya sabar untuk orang-orang di Jogja ini sudah mulai berkurang deh (khususnya yang saya lihat dari para pengendara).

Sekali waktu, saat di jalan samping selokan dari mirota gejayan hingga berujung ke ring road utara (tau kan maksud saya?). Hubby saya pernah meludahi seorang cowok sontoloyo bin kutukupret juga.

Bukannya mengapa. Soalnya ini orang sudah tau jalan selokan sempit kayak begitu, motor-motor lagi rame, ehhh… saya dan hubby yang dari arah berlawanan dengan orang itu beserta gerombolan motor lain yang akan berpapasan. Pada detik-detik terakhir hampir berpapasan, cowok kutukupret itu malah menyalip motor-motor lain sehingga hampir menyenggol saya dan hubby (tentu saja ada beberapa motor lagi belakang kami). Padahal samping kiri kami kan selokan!!! WTF.

Kenalah dia ludahan dari hubby sayah. Untung saat terakhir juga hubby mengerem motor dengan mantap. Kesabaran kami juga habislah kalau liat orang kayak gitu. Gak mikir orang lain, mau enak sendiri dijalanan.

.

Perilaku pengendara motor lainnya (atau juga mobil), yang paling bikin sebel adalah yang suka asal belok langsung ke kiri saat ada kendaraan lain yang sedang melaju dari arah kanan lurus (wadow bingung jelasinnya) *(g_doh)* Gak liat2 dulu langsung asal belok kiri. 😡

Terus, kembali ke jalan samping selokan yang saya tulis diatas. Yang sering lewat situ (khususnya kayak saya yang tinggal di daerah pugeran sering memanfaatkan jalan situ biar cepet), pasti tau kan kalo jalan itu memang sempit. Selokan di sebelah kiri, kawasan cuci motor, voucher pulsa, laundry, salon ecek-ecek, hingga tempat ngopi dan lain-lain di sebelah kanan (kalau dari mirota gejayan). Udah sempit kayak gitu, mobil pun sering lewat situ eh… ada beberapa malah yang hobi ngebut di jalan sesempit itu.

Tangan kanan saya pernah kesenggol saat melewati jalan depan gereja Katolik di dekat ruko depan pom bensin Babarsari. Waktu itu pas berpapasan dengan mobil sedan yang agak ngebut. Ini orang-orang otaknya di pantat apa yah… sebel saya.

.

Hmm… pokoknya saya benci sama yang suka seenaknya sendiri di jalan. Saya emang sudah tahu, pengendara mobil sering jengkel sama pengendara motor, begitu pula sebaliknya. Tapi mbok ya sabar lah dikit kalau di jalan. Liat-liat sikon dong. Jangan asal merasa yang paling mahal berhak menguasai atau yang tiba-tiba merasa dirinya adalah Valentino Rossi jadi pamer di jalan. ke hutan aja deh lu

Padahal, sabar itu ada enaknya juga lho. Hal ini yang sudah saya lakukan beberapa tahun ini. Ketika melihat banyak kendaraan yang mau belok ke seberang sementara saya sedang meluncur lurus. Selalu saya berusaha untuk mendahulukan mereka. Karena apa??? Saya yakin saja, suatu saat akan ada yang membalas seperti yang saya buat. Dan juga setelah melakukan itu, hati saya jadi senang (wah… sudah membantu orang hari ini).

Sabar di jalan raya itu nikmat juga lho.