Awal Mei dan Pendidikan di Papua

Tanpa saya sadari bulan April sial itu udah berlalu berganti ke bulan Mei. Kabar baiknya awal bulan rekening bertambah. Kabar buruknya sekripsi belom kelar2. Ahh daripada saya hanya menyesali bulan April yang penuh dengan ulang tahun manusiamanusia tidak berperikemanusian itu (karena tidak ada traktirannya di resto bergengsi), mendingan mencoba untuk menetapkan tujuan hidup ke depan mulai bulan Mei ini (duile.. kok baru sekarang sadar???).

**melirik resolusi 2008 saya awal tahun 2008** ternyata isinya semua harus dimulai dari berhasilnya saya diwisuda terlebih dahulu. jleb..jleb.. huahhh😦

Jadi bulan Mei ini, diawali kemarin peringatan hari buruh Se-dunia yang membuat saya berharap dan berusaha untuk tidak memburuh saja pada orang lain daripada repot sama urusan peningkatan hak2 saya nantinya yang belum tentu kewajibannya saya jalankan dengan baik. Karena itu mending mencanangkan untuk bisa menjadi orang yg dapat membantu org lain dengan punya usaha sendiri. aminnn..

Hari kedua di bulan Mei ini, diawali dengan sms ke Mommy di Papua sana yang sudah siap sedia dari jam 6 pagi latihan vokal untuk Paduan Suara peringatan Hardiknas di Kota Sorong. Isi sms yg cuma mengucapkan “jangan malu2in yah PS nya” dasar anak yg tidak mengerti susahnya mama nya meluangkan waktu ikut latihan di sela2 sibuk ngajar.

Kemudian dalam acara pagi saya yg sedang bwalk ini ditemani kopi dan batangan nafas akhirat berasap, menemukan blog tentang Pendidikan di Papua, ini link nya. Berita mengenai pendidikan di Papua, khususnya di distrik-distrik yang terletak di pedalaman membuat hati ini meringis. Kampung-kampung yang sama sekali belum tersentuh pendidikan di daerah Kimaam, Merauke. Kondisi pendidikan di Timika yg notabene ada perusahaan terkenal itu. Dan yang mungkin saja terjadi juga di berbagai daerah lain di pedalaman Papua.

Menyedihkan bagi saya sebagai manusia yang menumpang besar di Papua, anak dari orang tua yang mencari nafkah di Papua dengan menjadi pendidik dan cucu dari seorang Opa yang pada jaman Trikora ikut ke Papua dalam misi menjadi guru disana meninggalkan kampung halamannya di Maluku Tenggara.

Sampai saat ini saya hanya bisa mengharapkan dapat berbuat sesuatu untuk Tana Papua ini. Orang tua saya selalu berpesan bahwa, Tana Papua ini yang kasih makan kitorang jadi kitorang jg jangan lupa.

Jadi apa yg setidaknya bisa saya lakukan?? Saya cuman ingin lulus secepatnya, buka usaha di Papua dan cukup punya 2 anak. Lho?? yang terakhir kok gitu??

Iya, dua anak aja cukup (mengikuti pesan pemerintah) dan merasa lebih baik punya anak sedikit sehingga bisa memikirkan anak orang lain juga.

Saya capek ngeliat anak2 di kota saya (Sorong, Papua Barat) yang mulai banyak muncul di jalanan sebagai anak2 yg suka nge-lem, minta2 duit bahkan copet pun sudah banyak. Bikin emosi saja. Orang tua macam apa yg cuman tau buat tapi tidak bisa kasih makan. Pemerintah macam apa yang dapat Otsus tapi APBD untuk pendidikan saja sedikit. Untungnya ada berita bagus dari Pemda Teluk Bintuni. Yang mau menggratiskan pendidikan disana (dari ujung rambut sampe ujung kaki lho).

“Semoga bapak2 pejabat di daerah lain juga buat macam yang di Bintuni sana ka…”

Selamat Hari Pendidikan Nasional

—————

Link Berita terkait:

APBD papua 2008 abaikan pendidikan

Pemda Teluk Bintuni biayai siswa

4 thoughts on “Awal Mei dan Pendidikan di Papua

  1. OMG, saya akhirnya ketemu satu bloger yang asal dari Sorong. Ternyata dunia ini sempit rupanya.🙂

    Saya juga orang Sorong. Lahir di Sorong, besar di Sorong, sekolah di Sorong, tapi cari nafkah di belantara beton Jakarta.🙂

    Yah…yah… saya juga akhirnya akan pulang ke Sorong dan menetap disana selamanya. Dan semoga tahun ini bisa terwujud.

    Salam dari Kilometer 8 samping SMK Negeri Sorong. Dan suporter Milan juga ? Argggghhhh…. kenapa harus sama juga….😳

  2. @fertob:
    sebenarnya saya sudah curiga dirimu juga dari Papua, pernah baca komen dimana gituh.. Wow… ternyata Sorong juga.🙂
    Huahhh kalau tahun ini berarti sama2 donks… *wink*
    Salam balik dari Malanu Kampung yang jauh eee didalam sana.. Milan??? itu poreper n eper in my heart.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s