Di Perempatan Syantikara

Di suatu malam, rintik-rintik hujan kian mengguyur kota Jogja ini. Semua kendaraan tampak buru-buru segera kembali ke rumahnya masing-masing. Jalan begitu basah, gelap karena hujan rintik yang seperti enggan untuk berhenti. Masih adakah orang-orang yang ada di jalanan itu??

Pengemis yang berpura-pura cacat, pengasong, penjual koran, anak-anak jalanan yang memegang gitar, semuanya tampak hilang sejenak dari rintik hujan malam itu.

Hanya satu sosok yang dengan setia menanti di lampu merah perempatan Syantikara, sosok yang dengan lincah namun berwajah kuyu berpindah dari satu kendaraan ke kendaraan yang lain dengan tangan menengadah.

Adakah yang akan memberi sesuatu ?? Selembar uang atau sekeping logam 100 rupiah untuk bekal makan di esok hari dan bisa membantu orangtua supaya bisa ikut sekolah lagi.

Tidak masalah biar baju ini begitu tipis untuk menghangatkan badan. Bukankah menggigil adalah bagian dari keadaan yang harus siap dihadapi untuk mendapatkan uang??

Dan ketika melihat teman seumuran berada dalam kenyamanan hangatnya dipeluk ayahnya di dalam sebuah mobil, sambil tertawa riang bersama sang ibu, hati ini hanya bisa bersyukur bahwa ibu juga masih ada di rumah. mungkin sepulang ini teh hangat dan baju bersih sudah disediakan di rumah. Bagaimana kalau tidak??

Wajah kuyu, tatapan mengiba mengharap uluran tangan dari dalam kendaraan yang lewat. Berharap hati yang mulia dari para pengendara akan tergerak untuk memberi sesuatu. Hanya berpikir, akankah ini harus ku lewati setiap saat Tuhan??

(suatu malam ditengah rintik hujan, pemandangan tak terlupakan,

wajah seorang anak jalanan, dan airmata ini tak dapat lagi tertahankan)

One thought on “Di Perempatan Syantikara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s