Curhat Perempuan

Curhat alias curahan hati. sejak kapan yah istilah curhat itu mulai dipakai?? g tau sayah. Yang jelas sayah ingin menulis tentang itu sekarang. Ini curhat-an saya tentang curhat itu sendiri.

Banyak orang yang lebih menyukai untuk mengeluarkan isi hatinya kepada orang lain ataopun benda lain (diary, blog, dsbgnya). Orang lain itu biasanya orangtua, pacar/kekasih, TTM, om, tante, suami, istri,dll (banyak deh kalo disebut), pokoknya orang yang mereka anggap bisa dipercaya untuk diceritakan, bisa memberikan ketenangan buat yang curhat, bisa ngasih nasehat, syukur2 bisa membantu memecahkan masalah si pencurhat (waduh pemerkosaan bahasa nih), atopun sekedar si pencurhat tersebut bisa merasa plong alias lega.

Di antara sesama perempuan pasti selalu ada saat2 senang (gosip time nih) dan saat2 sedih (saatnya curhat dimulai) ketika kita sedang kumpul2. Beberapa teman sayah sejak saya dulu masih tinggal di dalam asrama khusus mahasiswi, selalu menjadikan saya sebagai tempat curhat (macam saya ini dokter cinta ajah, jadi kalo sakit hati bisa saya sembuhkan, plis deh pren,saya bukan orang yang punya mujizat bisa menyembuhkan sakit hati). Itu berlangsung terus-menerus, bahkan saya adalah tempat curhat sepanjang masa buat mama saya juga (pelanggan setia sayah kalo ini).

Kok, hari ini saya ingin membahas topik ini?? jawabannya karena 2 hari ini saya bertilpun2 ria dgn teman lama saya semasa SMA dan tanpa saya duga dia curhat sama saya tentang masalahnya. As usual pasti masalah cinta, perasaan dan laki-laki. Barusan juga dia menelpon sayah dan kemudian melanjutkan curhatannya tentang “laki-lakinya” selama 1 jam lebih lewat handphone, sehingga menimbulkan ide untuk menuliskan ini.

Kembali ke masalah curhat, banyak masalah yang dihadapi perempuan2 yang suka curhat dengan saya, namun yang paling sering adalah tentang perasaan, cinta, pasangan hidup, it’s all about love. Kenapa teman2 hingga mama saya pun sering curhat, tidak lain adalah karena saya selalu bisa membukakan telinga saya dan mendengarkan masalah mereka anytime, trus karena pengalaman saya yg cukup banyak tentang cowok maklum dulu hobi pacaran, hehehe pacaran kok hobi baik itu gr2 sering pacaran (sering pacaran = sering patah hati sayah hiks T_T) maupun karna terlalu banyak punya teman cowok, dan sering sekali mendapat masalah2 dengan para cowok dalam hidup sayah (thanks to u all guys, udh buat saya punya byk pelajaran hidup).

Sistem saya kalo menerima curhatan dari teman2 sayah, biasanya begini :

  • saya buka telinga lebar2 (hiperbola) alias mendengarkan dengan posisi senyaman mungkin sambil menatap lawan bicara saya (si pencurhat) sehingga dia tau kalo saya mendengarkan

  • peluk2 biar si pencurhat lega karena ada sayah yang bisa memberikan kenyamanan bagi dia untuk bercerita, kalo perlu bisa nangis bersama kok, maklum perempuan jadi pasti kalo di curhatin adalah masalah yang sedih2 pasti mewek jg deh

  • saya berusaha untuk memetakan masalah dan siapa aja stakeholder yang terlibat dalam masalah yang sedang dialami oleh pencurhat ini, apakah masalah hanya murni perasaan dia aja, ato ada isu-isu lain dalam masalah dia itu, seperti dampak ke pihak ketiga (ortu, keluarga besar, pekerjaan dia dan lain sbgnya)

  • saya tidak pernah memberikan satu jawaban kepada si pencurhat, karena bagi saya hanya dia yang bisa memutuskan untuk mengambil tindakan apa terhadap masalah dia. Posisi saya hanya membantu dia untuk think outside the box. Beberapa alternatif saya berikan karena saya tahu orang yg sedang dalam masalah pasti sedang kalut dan susah mencari jawaban yang diperlukan.

  • saya juga berusaha menguatkan si pencurhat agar bisa memikirkan baik2 lagi masalah yang dihadapi dan memikirkan jawaban2 yg saya berikan, serta membantu dia dalam menganalisis setiap dampak dari alternatif2 jawaban tersebut. Tapi tetap semua kembali pada dia nya sendiri.

  • setelah ituh, saya ajak dia untuk senang2, sedikit bercerita yang lucu2 ttg saya ato hal2 lain, sedikit joke2 lucu. Supaya dia bisa lepas sejenak dari permasalahan yang sedang dialaminya. Dan dia bisa pergi dengan hati yang plong dan semangat yang lebih baik lagi.

Jadi ingat kata2 ini,

if one day u feel like crying …. call me .. i don’t promise that i’ll make you laugh.. but i can cry with u

if one day u wanna run away. don’t be afraid to call me … i don’t promise to stop u from running .. but i’ll run with u

if one day you don’t want to listen to anyone ..call me i promise i will be very silent and be there for u ..

but if one day u call me and there is no answer.. come fast.. 2 see me .. perhaps i’m not around anymore..“

ah.. itulah gunanya teman bukan… saling berbagi dalam senang dan juga susah tentunya.

after_school_95x80_cm.jpg

 

 

 

5 thoughts on “Curhat Perempuan

  1. tapi kadang, curhatan seseorang itu jadi ikut mempengaruhi kita. saya sering (banget) terima curhatan. yang repot itu curhat kan biasanya nelangsa, saya ikut juga kesedot jadi nelangsa. … repot.

    och4: wahhh pak budi mampir… *gelar karpet merah* iya yah pak, sering juga sayah kayak gitu, apalagi kalo teman yg punya masalah berat banget. tapi itulah yg namanya berbagi. bukan begitu pak?? (thx sdh dtg ke blog sayah)

  2. Bagaimana kalo langsung curhat dengan orang yang bermasalah dengan kita? takut? mungkin ya..kita ngga mau omong sesuatu masalah dengan org yang bersangkutan secara langsung, jadi curhat ama orang lain.nah, gmana caranya bisa berkomunikasi tanpa rasa takut dengan org2 terdekat anda? silakan gerakan mouse dan klik buku ini http://tipsbisnisuang.wordpress.com/buku-saya/rahasia-surat-hati/

    thks ocha..salam kenal..tetap menjd teman curhat yang asik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s