Cewek Jagoan

Kalo liat kata ini jadi ingat seorang cewek di SBY sana yg lg ultah hari ini, Met Ultah yah sist. Ato kalo nonton film tentang perempuan yang jadi superhero ataupun jagoan, seperti Angeline Jolie dlm Lara Croft dan Mr n Mrs Smith trus Cat Woman nya Halle Berry, saya selalu menikmati aksi2 jagoan dalam film2 ini. Kenapa?? Karena film2 tersebut menampilkan sosok perempuan yang kuat dan karena perempuan tak selamanya lemah lho. Di dunia nyata liat aja ada namanya Lisa Rumbewas dan lifter2 Indonesia lainnya yg juga perempuan, kuat kan mereka.

Membaca yang dialami oleh sodaranya mbak Tika ituh, membuat saya pengen menabok pria2 yang suka memukul pasangan wanitanya. Cukup sudah. Jadi cewek janganlah melulu takut oleh dominasi kaum pria. Udah g jamannya lagi. Kalo g bisa melawan balik, laporkan secara pintar ke kepolisian atau komnas perempuan. Pintar disini maksudnya sebelum melapor buatlah visum terlebih dahulu, jeprat jepret dengan kamera luka2 anda kemudian laporkan ke polisi. Jangan lupa alamat si norak bin kutukupret ituh (tikabanget mode on) biar laporannya cepat beres. Ini terutama kalau pasangan anda sendiri yang memukul anda.

Kekerasan terhadap perempuan bukan hanya semata2 unsur fisik saja, tapi kalau sudah dimulai dengan kata-kata (verbal) yang nyelekit yang pada intinya melecehkan, menistakan dan menjatuhkan perasaan kita sebagai perempuan, jangan hanya diterima begitu saja plus mengeluarkan airmata. Ajak orangnya diskusi pake otak, jangan cuma mau dihina2 trus malah kita yg minta maaf sama orangnya (padahal kita ga salah apa2). Kalau perlu suruh dia minta maaf, jangan cuma diam saja. Kalau diam saja, maka dia punya pembenaran untuk dapat melakukan hal itu lagi dengan asumsi kalau kita sebagai cewek itu lemah dan g sanggup melawan.

Pernah nonton filmnya J Lo yang Enough?? Itu film bagus banget, tentang perlawanan balik seorang istri yang ditindas suaminya. Minta cerai g mau, di pukulin setiap saat akhirnya ga tahan dan memilih untuk kabur. Sayangnya pada saat kabur pun masih dikejar2 suaminya. Pinternya, dia (J Lo) menitipkan anaknya di seorang teman, kemudian berlatih beladiri dan balik lagi ke rumahnya untuk menghajar suaminya itu. Well, saya sih tdk menyarankan yg sedratis itu. Tapi sekali2 dicoba juga lumayan koq, asal bikin alasan yang pinter aja dan kita tidak sampai dituntut balik ama cowok siyalan itu.

Masih banyak perempuan lain yang mengalami kekerasan fisik, masih banyak yang mengalami kekerasan batin, apa karena kita lemah???? Tidak sodariku. Perempuan itu kuat, kita hanya diidentikkan dengan lemah karna faktor adat kebiasaan kita saja. Dari dulu, kalau mau mengangkat benda yang berat2 pasti sodara kita yang cowok yang diminta. Tapi tak jarang diberbagai daerah pun ada pekerjaan2 perempuan yang berat dan mereka mampu. Mama-mama di Papua sudah biasa bekerja keras di kebun untuk menghidupi keluarganya sementara suami2 mereka pergi berburu dan tinggal pulang untuk makan. Jadi jangan takut, kita juga kuat kalau mau.

Kita tidak bisa karena terbiasa, namun kita juga mampu untuk belajar supaya menjadi bisa untuk berkata tidak pada Kekerasan terhadap Perempuan. Dan berjuang melawan hal itu.

Iklan

Menulis dan Bloger Papua

Akhir2 ini (ceile kt2nya), menulis merupakan kewajiban bagi saya yg sedang menjalani proses akhir sebelum menjadi seorang sarjana.  Yah.. skripsi itu sodara2. Masih dalam proses yg sangat menegangkan, karena semua jadi tegang disaat2 mendekat pendaftaran pendadaran yang akan berakhir besok. Dan ternyata… gagal deh mewujudkan impian bakal di wisuda di bulan Mei nanti.  Arghh sudahlah, biarkan hal menyakitkan ini berlalu.

Gara2 kemarin sempat nulis tentang Festival di Jayapura Papua nanti, timbul keinginan untuk mengumpulkan para penulis blog yang kebetulan berasal dari Papua, tinggal di Papua, ataupun punya keterikatan dengan Papua (kayakna pernah baca dimana yah kt2 ini?? ehh punya CA ding) untuk membentuk sebuah komunitas bloger yang setidaknya bukan hanya menjadi trend sesaat semata. Saya yakin udah banyak penulis2 di Papua yang jago2 ataupun para amber (pendatang) seperti kami ini yg tinggal atau pernah tinggal di Papua dan punya hobi atau pengen belajar menulis.

Pernah punya teman yang seorang penulis novel asli Papua, dan sering keluar negeri karena kegiatan2 menulis dan lain2. Teman saya ini bahkan ketika skripsi sanggup menulis sampe 600 halaman lebih (buju busyet, ampun dah). Dia ini yang pernah mendorong saya untuk aktif menulis apapun karena didasarkan kerinduannya agar orang dari Papua juga punya karya2 yang banyak di Indonesia ini dalam bidang tulis menulis. Malah saran dia ke saya supaya membuat skripsi yg bagus dan diterbitkan dalam bentuk jurnal (ampun dijehhhh).

Saya yakin seyakin2nya kalau masih banyak bakat terpendam diantara anak2 dari Papua. Yang bukan hanya dari seni tapi juga dari minat2 yang lain seperti menulis ini. Ada yang berminat membuat acara Papuan goes to blog??? Untuk sementara masih sibuk memprovokasi anak2 di arena per-chatting-an. Dan berharap agar ini bisa jadi kenyataan demi mengangkat isu2 lain di Papua selain masalah separatisme, terutama masalah pemberdayaan perempuan dan akibat dari HIV AIDS yang udah parah di Papua (lho cha, kan udah ada LSM2 dan lain sebagainya ituh??? apa salahnya coba kalo di Papua juga banyak anak muda yang tertarik untuk nge-blog dibanding merekam video2 p**** di hape??)

Heboh di Sorong

Peristiwa ini baru saya ketahui kemarin dari mama saya yang merupakan salah satu pengajar di SMU Negeri di Sorong, Papua Barat. Ada kasus yang bikin heboh kota Sorong berkaitan dengan yg p**** itu (maaf disensor soalnya ntar kena sensor pulak).

Dua anak SMA, yang cewek sekolah di tempat mama saya mengajar (dan merupakan almamater saya juga) sedangkan yang cowok anak SMK (STM gitu). Dalam video yang tersebar dari hp ke hp itu ada adegan *karaokean*nya. Dan diduga adegan itu tidak direkam oleh kedua oknum anak SMA itu melainkan oleh orang lain.

Mama saya kemarin dalam sesi curhatnya lewat esemes kepada saya, menyesalkan kejadian itu karena terjadi pada anak didik di sekolahannya dan juga memberitahukan kalau saat ini sekolah tempat mama saya mengajar tersebut dijadikan pusat perhatian masyarakat yang menuding kalau sekolah tidak mengajarkan pendidikan akhlak yang baik buat anak didiknya.

Jadi, sebenarnya pendidikan akhlak itu tugasnya siapa yah?? Apa sekolah aja? Trus keluarga juga nggak? Bagaimana dengan lingkungan masyarakat sendiri?? Pemerintah dengan UU yang baru ini, yang lagi heboh2nya, berniat untuk memblokir semua situs p**** tersebut, apakah akan efektif untuk mencegah hal2 ini bisa terjadi lagi? Tapi kan kalau kasusnya direkam lewat hape dan disebarkan dari hape ke hape, bagaimana dong???

Lewat internet, baguslah kalau situs2 tersebut bisa diblokir. Soalnya kalau di Sorong yang sarana warnet masih sedikit sekitar 5 (cmiiw) mungkin masih bisa di kontrol.

Pengalaman saya beberapa tahun lalu ketika pulang ke Sorong, sempat kaget ketika ke sebuah warnet yang notabene milik sebuah akademi komputer disana, dengan posisi komputer2 saling membelakangi dan terbuka (bukan didalam booth2 sendiri) sehingga orang di sebelah samping dan belakang dapat melihat apa yang kita lakukan. Ada seorang dewasa yang guoblok, yang mengakses situs p**** padahal dibelakangnya ada anak2 SD yang mungkin sehabis mengikuti kursus disitu, mencoba untuk berinternet ria. Saya hanya bisa menegur dan mengingatkan orang dewasa tersebut pada saat itu.

Nah… internet mungkin dapat diblokir (dan saya juga setuju dengan hal ini karena kasus diatas ituh), trus bagaimana dengan yang lain dong? Teknologi emang sudah maju, mama saya yg awam banget teknologi dan internet juga menyadari kemajuan teknologi ini yang bagi beliau sudah begitu di pahami oleh sebagian anak muda di daerah saya, bagi mama tinggal bagaimana mengambil yang positif dari kemajuan itu bukan hanya digunakan untuk yang negatif saja. Sekarang yang dipusingkan mama saya (dan mungkin juga para pengajar lain di sekolah nya) mengajarkan yang positif ini yang bagaimana yah?? Peraturan sudah ketat dan masih ada namanya pelajaran agama dan PPKN, tetapi kalau anak sudah keluar dari gerbang sekolah bertemulah dia dengan hal2 yang negatif diluar yang sudah semakin banyak. Semua pihak patut untuk memperhatikan hal ini lah, bukan hanya tugas dari sekolah.

Berita terkait

Festival Danau Sentani 2008

Semalam dalam kegiatan saya mengetik bahan skripsi (tp lebih banyakan main game aja), iseng2 saya dengar siaran radio Pro 3 yg td mlm disiarkan dari RRI Jayapura. Bagi yang ga tahu Jayapura itu apa?? silahkan kembali ke SD -terlalu kalo ga tau-

Baru tahu saya kalo di Jayapura nanti, tepatnya di daerah Sentani akan digelar acara besar yaitu Festival Danau Sentani pada tanggal 19-21 Juni 2008. Ini adalah untuk pertama kalinya festival tersebut di selenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura. Menurut ketua panitia Frits M Selle (sebagaimana dikutip dalam Media Indonesia),

“Kegiatan festival itu akan menampilkan atraksi budaya dari kampung-kampung (ondoafi) di sekitar Danau Sentani, dan beberapa kabupaten di Papua, sebagai upaya mendukung program Visit Indonesia Year 2008,”

Ada tiga acara utama selama tiga hari penyelenggaraan festival itu yang dimulai dengan Menari Di Atas Perahu pada hari pertama atau 19 Juni yang diikuti sekitar 1040 peserta dari 26 kampung adat (ondoafi).

Sedangkan pada hari kedua yaitu 20 Juni digelar acara Berperang Di Atas Perahu yang diikuti 600 orang dari 20 kampung adat.

Dan pada hari ketiga yaitu 21 Juni dilakukan Parade Budaya di atas perahu dan di darat serta dilakukan upacara sakral masyarakat Sentani seperti penobatan Ondoafi.

Kegiatan ini rupanya telah dipromosikan juga dalam event pariwisata internasional di Bali 2007 kemarin dan juga karena merupakan bagian dari kegiatan Visit Indonesia Year 2008, festival ini masuk dalam Calender of Event Pariwisata Utama Depbudpar (sumber dr sini).

Wah sebagai perantau asal Papua, saya sungguh bangga akan keberanian Pemda Jayapura dalam menyiapkan acara ini dengan skala besar. Papua yang kaya dengan kekayaan alamnya, budaya, dan keragaman flora faunanya, layak utk dapat bersaing dengan Bali yg merupakan kiblat pariwisata Indonesia di mata dunia.

Adanya festival ini dengan 22 suku di sekitaran Sentani dengan bahasa dan tradisi yang berbeda, semoga menjadi pembelajaran bagi seluruh komponen masyarakat di pulau Papua seluruhnya. Agar apa yg kita punya mampu untuk dijadikan daya tarik untuk wisatawan luar bagi Indonesia pada umumnya dan secara khusus Papua. Apalagi selama ini yang sering terkenal adalah Lembah Baliem Wamena, dengan suku Asmat dan Dani yg sudah cukup dikenal. Kali ini Jayapura tidak hanya ingin jadi tempat transit bagi wisatawan yang mau ke Wamena tapi juga bisa menciptakan peluang pengembangan pariwisata di Kabupaten Jayapura sendiri.

Harapan saya semoga Festival ini dapat dilaksanakan dengan baik dan berjalan dengan sukses. Danau Sentani dapat jadi tempat tujuan pariwisata alam dan budaya yang indah. Kabupaten lain di Papua juga bisa mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Pemda Jayapura ini. Namun semuanya diharapkan tetap memperhatikan konservasi lingkungan yang ada agar tidak cepat rusak karena dijadikan tempat pariwisata, namun tetap dikelola dengan baik.

Sodara2 di belahan bumi Indonesia yang lain, yang hobi jalan2 atau travelling keliling Indonesia, datanglah ke acara Festival Danau Sentani tersebut di kabupaten Jayapura, Papua pada Bulan Juni nanti. Agar anda dapat lebih mengenal pariwisata lain di ujung timur Indonesia ini. Dan jangan takut duluan dengan kata Malaria, nyamuk sini cuma takut sama tiga **** ehh anti nyamuk ding plus losionnya yak. Kalo takut cukup minum pil anti malaria dulu yah. Rugi lho kalo tidak pernah mengunjungi Papua. Untuk info lebih lengkap baca ini.

Sodara2 di Tana Papua, mari sukseskan acara kitorang punya ini. Biar dunia tahu, Papua itu indah, Papua itu yang juga punya bird of paradise (cenderawasih) -selain maluku-, Papua itu yang punya 200 lebih suku dengan tradisi dan bahasa yang beragam. Dan Papua itu aman untuk dikunjungi.

sentani-2.jpg
(danau sentani yang indah)
sentani-3.jpg
(hehe, tulisan beautiful nya salah, mohon dimaklumi)
Foto2 diambil dari web Yaswarau

Kopdar Pertama

Inilah kopdar pertama dalam hidup ngeblog selama ini. Akhirnya bisa bertemu dengan para bloger2 tenar itu.

Acara Pasak Boemi ini akhirnya bisa saya ikuti setelah dikontak oleh teman yg jg pacar dr sahabat saya yg jg udah sy anggap sebagai sodara yg jg adlh sodara setanah air sexy hubby sy, yg baru pindah rumah akibat server rumah yg dibangga2kannya ternyata dihapus krn dianggap sumber sepam (kekekekekeke).

Hasil dari kontek2an itu, kita mau bareng ke tempat dilaksanakannya Pasak Boemi di komplek keraton Ratu Boko pada pukul 11:00 dikarenakan teman saya itu baru menunaikan tugas mulia yaitu berkeringat malam2 di tempat futsal demi hidupnya di masa depan (apa ini???) sehingga harus nunggu dia tidur dulu di pagi hari yg cerah sementara saya sudah garuk2 muka, jambak2 rambut n gigit2 kuku saking nerves mau ikut Kopdar.

10:30 WIJDKS (waktu indonesia jam dinding kamar saya) saya bersiap mau mandi, dan tdk lupa untuk menggosok gigi esemes kompatriot sy di markas teman sy yg sedang bersiap buat account baru lagi itu untuk membangunkan sodaranya jam 10:45 agar tidak telat ke acara kopdar itu (meskipun itupun sudah telat bangetz).

Sehabis mandi, bersiap2 sambil menyanyikan lagu I will survive nya Cake, akhirnya ada sms yg menggembirakan bahwa teman saya itu sudah bangun dan mau mandi, seraya tidak lupa untuk mengingatkan agar saya membeli jatah ransum kita untuk di makan siang di acara Pasak Boemi nanti (dan ternyata….. cm kami yg bw bungkusan nasi. hikzzz teganya teganya teganya. yg lain malah g bawa tuh kyknya).

Setelah beli maem yg dibungkus asal2an oleh penjualnya, saya nangkring dengan manis di depan cassa grande ring road menanti partner in crime saya dtg menjemput. Akhirnya tidak berapa lama orangnya dateng dan kami pun langsung tancap gas ke arah timur Jogja.

Sepanjang jalan yg mendebarkan dan lantunan doa saya yg tak putus2 krn ngebutnya si pembawa motor di depan saya menggeber motornya yg sangat keramat itu, akhirnya kami tiba dengan selamat di kompleks Ratu Boko. Bayar karcis masuk dan mulai mencari dimana tempat berkumpulnya para bloger2.

Melihat tangga yg ada untuk ke atas udah cukup membuat saya lgs menanyakan adakah helikopter yg bs mengantar sy lgs ke atas. Tapi, dengan semangat revolusi untuk menurunkan berat badan, mau tak mau harus bisa untuk naik keatas meskipun saya agak sayang ama lemak2 dibadan saya ini.

Diiringi lagu naik2 ke puncak gunung di dalam hati, tangga2 yg ada berhasil dilewati. Ehhh ada orang yg lg poto2 buat pre wedding kali yah (ahh bikin iri deh) daripada lama2 disitu dan disuruh jadi model arca, mending ditelpon aja contact numbernya untuk memastikan dimana titik kumpulnya saat itu.

Udah dapet tempatnya, lgs deh menuju ke tempatnya sambil senyam senyum (pdhl malu telat dateng). perkenalan singkat semua bloger yg ada oleh mas antobilang, memperkenalkan diri sendiri sebagai nyubi trus ikut permainan yg di prakarsai oleh mbak memeth (mbak, kok kyknya aku kenal kamu deh, tp dimana yah???) abis itu keliling2 kraton Ratu Boko beramai-ramai.

Singkat kata singkat cerita (weleh, udah pnjg deh kayaknya), Kopdar yg menyenangkan karena sekalian jalan2 di kompleks Ratu Boko ini. Bisa berkenalan dengan para bloger, yg bukan hanya penghuni Cah Andong (Zam, Leksa, Anto, Tika, Eko, Alex, Gun, Mbak Memeth, Alle, Nico, dll ampuni saya yg pelupa ini) tapi juga dari Bandung (kang Herry, Debe, mbak Mina, Isma, Gilang a.k.a Blogie, salam kenal yakk) Semarang (mbak Fany yg sy inget, lam kenal yh mbak) Suroboyo (Swiwi, aduh kamu luthu banget) dan yang laen2 yg sungguh tidak termaafkan saya ini telah saya lupa namanya (maklum otak sy lagi kusut kisutnya gr2 skripsi).

Pulang Pasak Boemi, kaki pegal semua, tapi udah janjian mau misa Paskah bersama adek saya tercintya, langsung lanjut ke gereja. Pulangnya misa ke wnet bentar mau nulis laporan ini tp batal krn lutut g sanggup lg, ehhhh pas pulang malah motor mogok kehabisan bensin, kegiatan mendorong motor lagi deh kemarin malam. Di kost saking sakitnya lutut saya sampe pake segala minyak (tgl oli aja yg belum) untuk meringankan derita akibat 2 hr sebelumnya juga sempat mendorong motor 2 kilo mlm2 ditambah kerakusan sy menikmati kraton Ratu Boko sepuasnya siangnya. Ampun DJ. untung sekarang udah baikan, jadinya bisa nulis ini.

*bernafas lega* akhirnya sudah saya tulis perjalanan mengikuti Kopdar Pisowanan Ageng Kasoeltanan Ndojokarta ini.

imagef.jpg

Gonta ganti

saya tidak ingin menulis ttg gonta ganti pasangan, ato gonta ganti gadget, ato whatever lah.

ini cuma untuk menyampaikan kepada yg bingung masuk kesini kok gonta ganti mulu cat rumahnya. saya emang orangnya bosenan, jadi kalo udh bosan ama suasana yg ada pasti saya berusaha untuk menggantikannya dgn yg lain. kemarin itu saya lagi agak2 berkabung dengan ditandai hitamnya warna cat rumah blog saya ini. sekarang masih ada unsur hitamnya, namun udah lebih cerah dibanding yg kemarin. semoga g bikin sakit mata lagi.

Header blog saya ini diambil dari FS Sorong, merupakan milik dari sdr. Hori Mudhaffar (mohon maaf saya ambil fotonya, krn indah sekali pemandangan yg di ambil di Sorong itu)