Resquescat in pace Jenderal

Hari minggu 27 Januari 2008 pukul 13:10 WIB telah meninggal mantan presiden RI yang kedua bapak HM Soeharto seorang jenderal purnawirawan yang terkenal dengan senyum tersungging di bibirnya.

 

Entahlah, mata ini hanya bisa memandang di layar kaca melihat kesedihan keluarganya yang ditinggalkan. Padahal biasanya kesedihan yang terpampang di layar kaca selalu membuat mata ini berurai air mata.

 

Apa mungkin karena hanya seorang tokoh politik??? Mungkin saja.

Seorang komedian Taufik Savalas aja bisa ku tangisi sejenak kepergiannya, terlalu baik orangnya. Pope John Paul II sebagai pemimpin tertinggi gereja Katolik di dunia, Mother Teresa dengan kesederhanaan dan Lady Di the woman i adored when i was in junior school, adalah segelintir orang yang kuanggap pantas kutangisi.

 

Apa karena kata papa, “politik itu kotor anakku”. Makanya susah bagi ku untuk mengeluarkan air mata bagi tokoh seperti beliau. Atau karena semangat mertua yang menularkan cinta nya akan sosok Soekarno kepada diri quw ini, sehingga melihat perbedaan yang dialami saat Founding Father tersebut dalam kesepiannya meninggal dengan yang dialami oleh beliau ini, membuat miris hati ini. Meskipun, disisi lain ada oma quw yang masih merindukan masa-masa pemerintahan Pak Jenderal ini, yang mana bagi oma isi perut lebih penting dibandingkan situasi politik yang ada.

 

Entahlah……..

 

R. I. P. Jenderal

gambar nya nyulik dr sini

3 thoughts on “Resquescat in pace Jenderal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s