Sepakbola Indonesia

 

gambar diambil dari sini

Semalam aquw menonton acara “topik minggu ini” di stasiun TV VTCS. Acara yang menarik karena membahas mengenai persepakbolaan Indonesia dengan taglinenya Prestasi No Rusuh Yes (menyentil banget ya).

Berbagai pihak diundang khusus dalam acara ini, ada bapak Menpora Adhyaksa Dault mewakili pemerintah, Sekjen PSSI pak Nugraha Besoes, Anton Sanjoyo seorang wartawan surat kabar terkenal SAPMOK dan Andi Bachtiar Yusuf, sutradara dan komentator bola serta perwakilan dari suporter2 Indonesia. Seorang legenda sepakbola jaman 60-70 an juga hadir.

Point utama dari perbincangan ini tentu saja mengenai ekses dari kerusuhan yang terjadi pada babak 8 besar Liga Indonesia.

Bapak Menpora menitikberatkan pada regulasi yang harus ketat dan memberikan deadline untuk organisasi PSSI agar bisa membuat regulasi yang baik dalam waktu satu tahun efektif mulai Februari tahun ini. Apabila deadline tidak dipenuhi maka Liga Indonesia diancam dibubarkan.

Pak Nugroho sebagai perwakilan PSSI, yang kayaknya jadi tempat curahan segala kejengkelan dan kekecewaan semua orang, mengajak semua pihak untuk sama-sama memperbaiki kondisi persepakbolaan yang ada.

Pak Anton Sanjaya sebagai wartawan, tentu saja sering menyentil PSSI dengan komentar-komentar yang tajam. Salah satunya yaitu meminta dari PSSI agar fokus kepada prestasi, jangan hanya mencari kepentingan sendiri.

Mas Andi Bachtiar Yusuf, sebagai pemanis (hehehe paling manis sendiri) dengan cerita2nya membandingkan sepakbola Indonesia dengan sepakbola di negara lain.

Para perwakilan suporter Indonesia, meskipun yang sering ngomong adalah Jakmania dan Aremania. Yang ingin aquw kutip dari beberapa pernyataan mereka adalah ada yang mengatakan mengenai 7 keajaiban sepakbola Indonesia (ada di website Jakmania) diantaranya yaitu: memiliki ketua umum terpidana, komdis vs komding, tontonan yang beresiko tinggi dan yang terakhir suporter adalah kambing hitam (yang lain baca sendiri yah, artikel tersebut ditulis oleh pendiri Jakmania kalo g salah). Menarik bukan…

Seorang Aremania pada akhir perbincangan langsung menanyakan kepada Pak Menteri bagaimana pemerintah dengan ketua PSSI yang sedang menjadi terpidana, dan jawabannya adalah bahwa itu kembali ke hati nurani yang bersangkutan.

Pemerintah tidak ingin ikut campur karena takut menyalahi aturan dari FIFA.

Mas bayu sebagai moderator perbincangan ini aquw rasa, meskipun dia nya mengaku penggemar liga Indonesia, kayaknya kurang gimana gitu dalam membawakan, kesannya hanya kritis semata tanpa memiliki pengetahuan yang mendalam.

Untungnya bapak Menpora sangat semangat dan berapi-api dalam menjawab pertanyaan2 yang ada, dan juga dari Pak Anton sebagai wartawan yang melontarkan berbagai kritikan nyelekit membangun terhadap PSSI, tentu saja sudah sangat memahami kondisi sepakbola Indonesia.

Jadi pada dasarnya, kalo aquw mau menarik kesimpulan dari perbincangan yang sebenarnya menarik banget tapi durasinya singkat ini adalah semua kembali ke PSSI sendiri. Peraturan harus jelas namun juga dilaksanakan dengan baik. Jangan hanya memberikan hukuman tetapi dengan mudah juga hukuman tersebut di reduksi. Mas Andi Bachtiar memberikan komentar akhir bahwa perlu adanya revolusi dalam sepakbola kita khususnya PSSI.

Kayaknya pak Nugraha pulang pada saat itu dengan membawa PeeR yang buanyak banget setelah dikeroyok oleh berbagai elemen dari media, suporter, dan pemerintah sendiri.

Sebuah pesan yang disampaikan oleh legenda sepakbola Indonesia bapak Yudo, bahwa Indonesia sebenarnya udah semakin baik kualitas pemain-pemain lokalnya, hanya sayang belum memiliki motivasi yang kuat untuk membawa nama Indonesia di kancah internasional. Dibandingkan dengan saat jaman beliau, dengan bonus yang kecil, para pemain saat itu justru sangat membara semangatnya dalam membawa nama bangsa di arena sepakbola.

Maka tentunya kita hanya dapat berharap agar mimpi seorang Ronny Pattinasarani yang saat ini sedang sakit karena kanker, bahwa 2020 Indonesia bisa berlaga di PD (piala dunia maksudna) dapat terwujud.

Karna kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Tul gak????

 

AYO MAJU SEPAKBOLA INDONESIA

4 thoughts on “Sepakbola Indonesia

  1. @mbahsangkil
    daquw juga muak mas, tapi daquw pengen sepakbola
    Indonesia juga bisa menjadi lebih baik lagi.
    dimana2 emang banyak politiknya. kepentingan tertentu
    lebih diutamakan dibandingkan prestasi. Hiksss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s