Perjalanan yang mengesalkan itu berakhir juga

Wew, panjang juga yah ceritanya. Sampailah pada sekuel keempat.

Akhirna masa2 kelam kelabu diatas kapal dapat berakhir.

3 hari di kapal yang penuh dengan orang dan barang, mandi terhitung dilakukan hanya 3 kali alias sehari sekali, itupun terpaksa banget karena joroknya kamar mandi yang ada di seluruh kapal, khusus untuk yang kelas ekonomi.

Makanan yang melihatnya saja aquw pun tak sudi, apalagi memakannya mungkin mending aquw nyebur kelaut aja dah. Kesumpekan ruangan kapal karena sesaknya penumpang yang didalam kapal. Bahkan jalan didalam kapal saja sudah dengan susah payah dan kata permisi yang berkali2 keluar dari mulut kepada orang2 yang tidur di sepanjang emperan.

3 hari penuh dengan perasaan was2 memikirkan film Titanic (koq bisa yah…..), pada saat adegan Rose bertanya kepada sang arsitek kapal, apakah sekoci akan muat untuk penumpang sebanyak itu. Mungkin karena nama quw juga Rose jadinya kebawa2. Perasaan takut itu quw utarakan ama my hubby, katanya dia tenang aja ntar dia nyariin sesuatu yang bisa buat aquw terapung dilaut kalo ada apa2. Kata quw, aquw sih g takut2 amat, soalnya di Titanic kan si Rose selamat (apa hubungannya coba??). tapi emang kenyataannya kayak gitu. Penumpang yang overloaded dan barang yang minta ampun banyaknya, bikin hati ketar-ketir.

Pada akhirnya setelah mengalami keterusikan hati nurani yang dalam banget saat di Batu Licin, ketidakberadaban para portir di Makasar, sampai juga di kota Reinha Rosari Larantuka.

Salah satu landmark di Larantukamater-dolorosa.jpg

Dan betapa bahagianya, ketika sampai di rumah mertua, cium tangan dad n mom in law, leganya hati quw melihat my baby yang lagi tidur dikamar.

Quw sibak kain kelambu itu, ikatan batin antara kami selalu ada, dia pun terbangun, dan aquw hanya berkata, “hi cantik, met pagi sayang, ini mommy datang” kemudian kami pun berpelukan dan quw gendong dia seraya mengucap syukur atas berkat Tuhan my baby udah semakin gede n cantik.

Satu jam lebih dia dalam gendongan quw, dan 3 hari sial itu lenyap seketika.

THE END

2 thoughts on “Perjalanan yang mengesalkan itu berakhir juga

  1. Ping balik: 17ApriL(dot)com » Blog Archive » A.q.u.w.O.c.h.a

  2. wah ketemu sama buah hatinya… momen yg membahagiakan, bahkan lebih bahagia dari efek sabu-sabu yg membahagiakan itu. Bila melihat si kecil tidur dengan wajah damai, di tengah geliatnya ketika tergigit nyamuk, perasaan sayang dan cinta juga akan semakin mengelora.

    Salam buat si kecil ya mbak, semoga besok si kecil menjadi anak bangsa yg berbakti kepada Negara, keluarga dan Agama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s