Ketika menjadi seorang anak kecil, larangan-larangan dan peraturan dari seorang mama sering membuat kita marah dan ingin memberontak. Tidak boleh main sepuasnya sampai hari sudah menjadi gelap, jam 2 siang sudah harus berada di tempat tidur padahal masih ingin bermain di halaman, harus makan sayur yang banyak, tidak boleh menyisakan makanan di piring, dan banyak hal lainnya yang bagi seorang anak adalah keasyikan tersendiri namun menurut mama ini tidak boleh, itu tidak boleh, ahh jadi anak kecil emang susah harus tunduk sama peraturan mama.
Ketika beranjak remaja, larangan-larangan mulai diarahkan ke hubungan dengan lawan jenis. Masa-masa pacaran yang kata mama cuma cinta monyet, jadi perjuangan yang melelahkan karena harus backstreet terus. Tapi namanya remaja yang lagi merasakan indahnya acara naksir-naksiran, apalagi kalau di taksir sama cowok yang tampangnya lumayan bikin ngiler, bikin semangat dalam berjuang melawan setiap larangan-larangan itu. Dalam masa ini, tidak terhitung airmata mama yang mengalir karena perlawanan-perlawanan dari anaknya yg kurang ajar ini.
Ketika sudah pindah ke kota lain untuk melanjutkan pendidikan, baru kerasa jauhnya hidup dari mama. Bisa jauh dari cerewetnya mama, kalau mau pacaran nyantai saja. Saat jauh inilah mulai merasa bisa mandiri. Sayangnya justru jarak yang jauh jadi sering kangen. Kangen cerewetnya, marah2nya, jadi rindu masakannya mama yang tiada tara dan tiada bandingan. Tambah kangen lagi kalau lagi sakit, kayaknya kalau ada mama semua sakit bisa hilang.
Mungkin perasaan sayang pada saat itu hanya masih sebatas betapa pentingnya mama dalam hidup ketika dari kecil hingga masa-masa sekolah di TK, SD, SMP, SMA, dan kuliah ini. Sebatas peran mama dalam hidup yang membuat diri ini bisa nyaman, g mikir susah karena semua tinggal disiapin mama.
Namun semua perasaan itu ternyata masih jauh dari apa peran mama sebenarnya, bukan hanya kesusahan beliau membesarkan diri ini sejak terlahir ke dunia ini. Merasakan menjadi seorang ibu membuat diriku bisa lebih tahu bagaimana susahnya saat melahirkan seorang anak ke dunia ini. 9 bulan lebih mengandung, proses kelahiran yang harus melewati step2 penuh kesakitan hingga sakit yang luar binasa hingganya. Membuat diri ini takluk akan perasaan bahwa memang seorang mama adalah orang yang paling mulia dalamĀ kehidupan ku.
Jadi, buat seorang ibu yang berada jauh di tana Papua sana, ocha cuman mau bilang, Ocha ingin sekali hari kemarinĀ bersujud di kaki mama, memeluk tubuh mama, ingin sekali menyenangkan hari mama kemarin dengan apapun yang mama sukai, dan tentu saja menyanyikan langsung lagu kesayangan mama saat mama bangun pagi. Sayangnya, jarak antara kita sangat jauh. Ucapan lewat sms tidak bisa menebus semua yang pernah mama lakukan dalam hidup ocha. Hanya doa yang bisa ocha panjatkan di hari ulang tahun mama kemarin.
Selamat Ulang Tahun yah ma. Semoga mama senantiasa diberkati dan di lindungi oleh Tuhan. Maafkan anakmu yang belum bisa ngasih hadiah terbaik buat mama. I love you so much.


hai..hai,salam kenal ya, rame bgt disini,
numpang mmpir ya..d tunggu mmpir balik k http://nung.wordpress.com
yah…
@nung: salam kenal juga
met ultah buat bundanya mbak Ocha
semoga sehat dan panjang umur.
memang peran ibu begitu besarnya hingga kita punya anak sendiripun.
oo ya mo nanya nich, kembang yang mirip plastik di papua itu apa namanya ya..?
saya lihatnya di acara jejak petualang.
@baliazura: ngggg… yg mana yah??? mklum 7tahun dijawa cuman pulnag 3 x itupun waktu singkat bgt jadi agak krg tahu perkembangan kembang2 disana. *fencet2 hape sms papa* waduh lom dibales2. peer nih. ntar saya tanyakan dl ke papa, soalnya beliau suka tanaman2 gitu sih. oh ya makasih ucapannya buat ibu saya.
wah. met ultah de buad sii mama ocha. bulan mei ini aku jg pgen ngpost macam ini. hhe. gpp kan? salam kenal ya .. sering2 mampir ke sebelah. hhe
@agung92: makasih. mamanya ultah bulan mei juga?? hehe ok dah. ntar aq mampir2 disana. lam kenal
gimana udah dapet PR nya?