31
Mar
08

Cewek Jagoan

Kalo liat kata ini jadi ingat seorang cewek di SBY sana yg lg ultah hari ini, Met Ultah yah sist. Ato kalo nonton film tentang perempuan yang jadi superhero ataupun jagoan, seperti Angeline Jolie dlm Lara Croft dan Mr n Mrs Smith trus Cat Woman nya Halle Berry, saya selalu menikmati aksi2 jagoan dalam film2 ini. Kenapa?? Karena film2 tersebut menampilkan sosok perempuan yang kuat dan karena perempuan tak selamanya lemah lho. Di dunia nyata liat aja ada namanya Lisa Rumbewas dan lifter2 Indonesia lainnya yg juga perempuan, kuat kan mereka.

Membaca yang dialami oleh sodaranya mbak Tika ituh, membuat saya pengen menabok pria2 yang suka memukul pasangan wanitanya. Cukup sudah. Jadi cewek janganlah melulu takut oleh dominasi kaum pria. Udah g jamannya lagi. Kalo g bisa melawan balik, laporkan secara pintar ke kepolisian atau komnas perempuan. Pintar disini maksudnya sebelum melapor buatlah visum terlebih dahulu, jeprat jepret dengan kamera luka2 anda kemudian laporkan ke polisi. Jangan lupa alamat si norak bin kutukupret ituh (tikabanget mode on) biar laporannya cepat beres. Ini terutama kalau pasangan anda sendiri yang memukul anda.

Kekerasan terhadap perempuan bukan hanya semata2 unsur fisik saja, tapi kalau sudah dimulai dengan kata-kata (verbal) yang nyelekit yang pada intinya melecehkan, menistakan dan menjatuhkan perasaan kita sebagai perempuan, jangan hanya diterima begitu saja plus mengeluarkan airmata. Ajak orangnya diskusi pake otak, jangan cuma mau dihina2 trus malah kita yg minta maaf sama orangnya (padahal kita ga salah apa2). Kalau perlu suruh dia minta maaf, jangan cuma diam saja. Kalau diam saja, maka dia punya pembenaran untuk dapat melakukan hal itu lagi dengan asumsi kalau kita sebagai cewek itu lemah dan g sanggup melawan.

Pernah nonton filmnya J Lo yang Enough?? Itu film bagus banget, tentang perlawanan balik seorang istri yang ditindas suaminya. Minta cerai g mau, di pukulin setiap saat akhirnya ga tahan dan memilih untuk kabur. Sayangnya pada saat kabur pun masih dikejar2 suaminya. Pinternya, dia (J Lo) menitipkan anaknya di seorang teman, kemudian berlatih beladiri dan balik lagi ke rumahnya untuk menghajar suaminya itu. Well, saya sih tdk menyarankan yg sedratis itu. Tapi sekali2 dicoba juga lumayan koq, asal bikin alasan yang pinter aja dan kita tidak sampai dituntut balik ama cowok siyalan itu.

Masih banyak perempuan lain yang mengalami kekerasan fisik, masih banyak yang mengalami kekerasan batin, apa karena kita lemah???? Tidak sodariku. Perempuan itu kuat, kita hanya diidentikkan dengan lemah karna faktor adat kebiasaan kita saja. Dari dulu, kalau mau mengangkat benda yang berat2 pasti sodara kita yang cowok yang diminta. Tapi tak jarang diberbagai daerah pun ada pekerjaan2 perempuan yang berat dan mereka mampu. Mama-mama di Papua sudah biasa bekerja keras di kebun untuk menghidupi keluarganya sementara suami2 mereka pergi berburu dan tinggal pulang untuk makan. Jadi jangan takut, kita juga kuat kalau mau.

Kita tidak bisa karena terbiasa, namun kita juga mampu untuk belajar supaya menjadi bisa untuk berkata tidak pada Kekerasan terhadap Perempuan. Dan berjuang melawan hal itu.


20 Tanggapan ke “Cewek Jagoan”


  1. Maret 31, 2008 pukul 7:21 am

    maldini cs takluk 2-1 menghadapi atlanta di kandang sendiri hahahahhahaha

    *tertawa sambil loncat-loncat wakakakakakakakka*

    [serius mode On]
    saya sudah melakukan itu sebelumnya, wanita bukan untuk disakiti tapi untuk disayangi.

    [gak serius mode ON]
    Bukan begitu MIlan huahuahuhahuahuhaa

    *masih tertawa bahagia melihat milan kalah*

  2. Maret 31, 2008 pukul 7:51 am

    wanita diciptakan bukan untuk dikasari tapi untuk diperlakukan dengan lembut.

    *ngece mode ON*
    MILAN KALAH, MILAN KALAH, MILAN KALAH,
    *ngakak guling2*

    *ngece mode OFF*

  3. Maret 31, 2008 pukul 7:55 am

    hah, milan kalah?
    SOOOOOKOOOOOERRR!!!
    eniwe, met ultah buat cewek SBY yg mbelinks itu.

  4. Maret 31, 2008 pukul 8:12 am

    ah saya malah seringnya dikasari wanita :(

  5. Maret 31, 2008 pukul 12:21 pm

    chelsea menang lho.. .
    eh siwi ultah .. trus kenapa tho ??

  6. Maret 31, 2008 pukul 1:56 pm

    perempuan adalah pemegang kunci surga sesungguhnya…

    * menunduk

  7. Maret 31, 2008 pukul 1:56 pm

    @Mbahsangkil: *tendang mbahsangkil dan kliwonnya ke pulau buru* asemm tenan mbah satu ini, sama cucu nya koq tega, hikzz *nangis guling2*

    @PeTeeR: ahaa.. baguslah dengan demikian saya merestui anda untuk segera menikahi sahabat saya, SEGERA. kekekeke. Halah Milan cuman ngasih jatahnya buat Juve koq, kan kasian baru naik kasta, Milan dah cukup puwas lah dapet Super Eropa ma Fifa Club world cup *tendang peter ke sintang*

    @Alex: *fastreader detected*, cuma mau ngece2in, arghhhh

    @Leksa: sapa sih perempuan bodoh itu?? *jadi front pembela leksa*

    @Funkshit: Chelsea??? yg mana yah?? chelsea olivia??? Hidup The Reds.

  8. Maret 31, 2008 pukul 2:00 pm

    @iman brotoseno: haaa??? *menjura. ada seleb. makasih mas udah mampir.
    aduh kata2nya.. benar itu mas, sayangnya masih ada juga perempuan2 lain yang hanya karena faktor ekonomi tega membunuh anaknya sendiri, tragis!!.

  9. Maret 31, 2008 pukul 3:01 pm

    huehuehuehuee..
    bukan masalah gak mau ngelawan.
    tapi masalah beda tenaga.

    cuma bisa diimbangi sama kuatnya otak.
    *nyengir*

  10. Maret 31, 2008 pukul 3:09 pm

    #Leksa

    leksa (08:12:00) :

    ah saya malah seringnya dikasari wanita :(

    Sokooooooorrrr…

    :lol:

    saya dukung wanita manapun yang mengasari kamu :cool:
    *dendamkesumatsamaLeksa*

  11. Maret 31, 2008 pukul 3:10 pm

    @tikabanget: ichuu bechul, berjuang melawan kekerasan bukan hanya pake tenaga lah, pake otak yang pinter lebih mulia sebenarnya. bagemana itu jeng?? sudah selesai kah masalahnya?? semoga sodarinya baek2 saja.

  12. Maret 31, 2008 pukul 3:11 pm

    eh, makasih jeng Ocha…
    saya bukan cewek jagowan… tapi cewek jagowati… :oops:

    *peluk ciyum peluk ciyum*

  13. Maret 31, 2008 pukul 3:18 pm

    @Mrs. Fortynine: ahhaa… saya “front pembela leksa” lho??? Hepi Blessdey jeung

  14. Maret 31, 2008 pukul 3:23 pm

    iye iye… makan makannya di Surabaya aje yeee…

  15. 15 cK
    Maret 31, 2008 pukul 3:43 pm

    intinya mesti belajar beladiri ya untuk menghindari semua itu? :-?

    *ikutan yoga*

  16. Maret 31, 2008 pukul 4:31 pm

    @Mrs. Fortynine: jahhh… jauh sangatlah itu.. hikzz *merana g dapet gretongan*

    *cK: Ituh juga perlu jeung, tapi seperti tika said, pake otak aja lah. kalo ngeyel dan masih pake kekerasan lagi si cowoknya, buruan deh daptar taekwondo ato kadang g perlu bela diri sampe Dan Dan -nan, cukup Dan kawan2 saja :mrgreen:

  17. April 2, 2008 pukul 2:12 pm

    bukan berarti masalah gender ..cuma ada kesepahaman, perempuan perempuan juga nggak mau di kasihani kok

  18. April 2, 2008 pukul 7:22 pm

    @iman brotoseno: saya setuju banget dengan komentar mas iman ini. bukan masalah gender yang ingin saya tuliskan dalam postingan ini, ada juga pria2 lain yang menjadi korban dari perempuan (koq malah ingat serial suami2 takut istri :mrgrren: hehe) kesepahaman menurut saya harusnya kesetaraan lah, kesetaraan dalam hubungan namun tetap dilandasi dengan hormat antar satu sama lain. sayangnya masih banyak perempuan2 (saya lebih suka menyoroti perempuan) lain yang hanya menjadi orang bagian belakang saja (sungguh ini pun sangat mulia) tetapi tidak memiliki kekuatan lebih ketika sang pemegang kekuasaan (si prianya) tiba2 pergi. Beruntunglah perempuan2 yang tetap mampu berjuang untuk dirinya apalagi terutama untuk anak2nya. Bukan hanya menyerah kepada nasib sehingga ujung2nya meninggal mengenaskan akibat lapar atau stres hingga membunuh kedua anaknya sendiri. saya sendiri paling benci kalau di kasihani orang lain, emangnya saya ga mampu apa??? tapi itulah ada perempuan2 lain yang tidak seperti saya. inilah yang harus di berikan empowerment.

  19. April 3, 2008 pukul 2:32 pm

    pernah ntn pilem ituh.. Jlo yg akhirnya jadi jagoan, seru dan touchy.. bisa juga buat inspirasi para ibu2 yg masa kini tertindas….

    “aku bukan wonder woman-muuuu……”

  20. April 4, 2008 pukul 9:57 am

    @ria: hai hai, makasih dah mampir, asik kan film nya.. hehe saya emang suka nonton film yg mengispirasikan perjuangan perempuan seperti itu. hmm… mungkin sekali2 kita perlu jadi wonder woman untuk diri kita sendiri, hehe ;)


Tinggalkan Balasan




Selamat Datang

Ini tempat pembuangan sampah-sampah pikiran saya saja. Sekedar dibaca, ga papa kok. Dikasih komen, syukurlah. Gak juga, santai aja.

Cuman pengen kenalan ma saya? Di sini tempatnya *sok keren*. Ingin menanyakan sesuatu sama saya? ke sana saja yah.

Blog ini pake moderasi untuk yang baru komen pertama kali. Dan juga, saya agak esmosi sama komen yang ada SARA dan promosi-promosi taik kucing itu, jadi saya berhak mengedit dan menghapus kalau dibutuhkan.

Akhir kata, semoga anda tidak tersesat disini, karna kalau hujan, ntar becek trus gak ada ojek yang bisa nganterin anda pulang.
*kriukk*

Okey!

Cinta sama ini

Bangga Bergabung Bersama

Photobucket

RSS Cah Andong

Dukung Ini